Apakah Mereka Beradu

Tanyaku pada senja yang hampir lenyap dimakan gelap.Maklum belum merasakan suasana seperti itu.Apakah mereka pencinta senja hingga lupa mengatakan pisah hingga berlanjut subuh.Sepertinya mereka telah jatuh cinta,aku ingin merasakan jatuh cinta yang demikian.Jatuh cinta pada kedua mata yang menemani dari sorotan pandang merahnya senja dan kemerlapnya bintang malam.

Sungguh luarbiasa indah,tentunya saja mereka tidak perna absen untuk memadukan rasa pada jatuhnya hati yang berbunga.Cinta itu seumpama mekarnya bunga bakum yang indah awal merekah namun kemudian tidak menarik mata.Mungkin ini yang menjadi gambaran keberaduan mata mereka yang bersarang di setiap peraduan.Malam yang penuh isyarat buat mereka,mereka jatuh cinta pada terangnya malam.

Namun ada keheranan yang terus mendarangiku,mereka tidak seutuhnya beradu pandang.Raga cinta masih bertengger pada kemewahan dari medsos.Mata itu tak sedikitpun beradu pada layar,namun mereka sedang menyata dalam peraduan.Sungguh keanehan itu,menjadi biang relung hatiku berkata,itukah cinta malam benderangnya kaum muda.Malam mingguan,namun apakah mata ini tidak berdusta tentang peraduan keempat bola mata ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s