Rintihan Bayi Sampah

Ibu,aku sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri.Namun mengapa aku tidak dapat merasakan pelukan ibu ketika sumsung kakiku yang mungil ini disambar dinginnya dunia baru ini.Ibu telah lebih dahulu menyapaku dengan ucapan dan kutukan.

Apa salahku padamu ibu,hingga aku dibuang pada lelehan bangkai masyarakat.Aku kedinginan dalam bungkusan pengap yang menenggelamkanku pada kematian.Aku menangis oleh rasa penasaran yang besar tentang kecewanya ibu padaku.Aku belum sempat menerima tetesan susu yang perna dijanjikan ibu padaku.Ibu jahat,telah mengingkari janji.

Aku ingin,digendong oleh ibu.Apakah ibu malu karena aku tak punya ayah ? Apakah ibu malu karena tak punya banyak uang untuk menghidupiku ? Sesungguhnya aku tidak butuh semunya itu,aku hanya butuh kasih sayang ibu.

Jika ibu tidak ingin menafkahiku,berikan itu pada orang lain agar aku bisa melihat dunia yang perna dipijaki ibu,sewaktu aku dalam kandungan.Aku ingin mencium dan ingin berterima kasih pada tanah yang telah dengan cinta memberi ibu tempat untuk berpijak.Aku relah,jika ibu menelantarkanku ketika aku bisa berjalan nanti.Aku tidak malu dan marah pada ibu,ketika aku akan memilih menjadi pemulung jika ibu memberikanku sedikit kasih agar aku bisa mandiri.

Namun semuanya terlambat karena lelapku sudah berjamur.Aku bahagia di tempatku dulu.Namun ibu,tetap aku cintai dan semoga ibu bisa insaf dan mau menjadi penyalur kasih.Agar kita bersama kembali di sini.Aku telah lama membujuk Bapa kita agar,ibu boleh tinggal serumah deganku disini.Baik-baik disitu ya, ibu.Aku menunggumu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s