Namanya

Mengapa aku masih saja tersipuh malu untuk terbuka pada rembulan dan cakrawala tentang namanya.Entah karena belum aku cumbui pada dahan kering itu,tempat kami bercanda ria tentang arti dari langkah kaki.Begitu dramatis kisah itu,disudut ruang belakang pondok kecil itu.Sepih namanya dan namaku pada dunia,mungkin saja kami belum siap untuk terbuka pada waktu.

Tidak perlu menyapa,hati yang dapat menjawabi balasan di siang bolong itu.Kami bersama menyeruput es jeruk pada bibir cawan yang sama.Bibir menyatuh dalam paduan rasa segar es jeruk itu,kami sedikit melirik pada suara lirih di sekitar.Mereka sedang asyik meneliti kekasih baru itu.Hahaha,lucu juga ketika kami menjadi sorotan mata mereka.Bukannya kami telah sepakat untuk tertutup pada dunia,hanya selimut hangat miliknya yang menjadi sarangnya kami ? Namun kami telah lupa,lupa oleh rasa yang menggebuh teduh oleh segarnya hati yang merinding rinduh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s