Senyum Belum Melebar

Ketika hati ini ingin membongkar unek yang masih berceceran di sudut kota kecil ini,aku ingin mencari rasa yang masih sempat memenjarahiku.Ada kisah mereka yang aku kupingi dan juga pula aku intipi.Mereka terlihat ceria dengan polesan satu warna yang dikenakan.

Aku ingin seperti mereka,namun mengapa aku telah berhasil lari saat itu.Aku sepertinya masih labil dengan keadaan diri yang belum tertata rapih.Tentunya mereka menertawakan sikap labilku itu,ketika waktu mengajakku untuk bercerita tentang waktu silam.Ada keraguan saat itu,yang mendominasi diriku,kemudian aku ikut terperangkap di dalamnya.Rasaku belum seutuh senyumku sekarang dan tidak selebar senyumnya mereka dan senyumku dulu.Aku terlalu jauh berpikir tentang makna bahagia dan kesetiaan.Sebenarnya simple saja,jika yang sederhana itu aku nikmati dan aku kemasi dalam wadah syukur.

Bolehkah waktu dan keberanian diri ini,merestui kepulanganku.Aku kembali ingin merasa lebarnya sunyum dan dalamnya bahagia.Bukan berarti hidupku sekarang tidak bahagia,namun kata dalam rasa hatiku menghendaki aku bertamsya pada sepihku.Aku harus bisa merasa nyaman dengan diriku,namun bukan berarti hanya sesaat kemudian aku kembali bersedih.Namun bagaimana aku dapat mencintai waktuku,agar ringanlah langkahku ini ? Cobalah untuk berkata jujur pada duniamu,agar lenyap tidurmu akan terwarnai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s