Biarkan Dia Pergi

Sebenarnya aku ingin berteriak marah pada diri ini,mengapa harus dia yang kamu kenal pada saat itu.Dan mengapa kamu menjadi seperti itu,sehingga makhluk demikian terus menyapamu.Mereka hanya sesaat bersanding,dan kemudian pergi tak beralasan.Memang itu yang juga aku inginkan,karena tidak pantas untuk aku tiduri selamanya.Tentu duniapu tidak merestui,malahan dunia akan membenci bahkan mengutuk langkahku.

Aku meyakini semua karena takdir untuk kita berpisah.Aku harus bisa membencimu dan melupakanmu.Aku sadar bahwa kamu telah berjasa untuk lima menit di hari kepulanganku saat itu.Kamu telah berhasil menjadikan semua rangkaian itu indah dan mengangeni.Namun semua itu tidak indah bagi dunia,bahkan jijiklah yang akan dicibirkan.Dasar kamu pengecut yang hanya mampu bertahan pada karamaian malam tanpa bertahan pada sepihnya perpisahan.

Begitulah kisah lucu saat mimpi mengajakku untuk kembali pada sarang semut hitammu.Perawakan indahmu yang terus menghangatkan rasa dimanapun suasanya.Aku harus bisa pergi bersama hujan,agar basah kuyuplah temanku,agar lelehan rasa itu mengalir bersama resapnya hujan.Kita harus mencari tangga yang akan membuat kita bisa berdiri kokoh,lupakan aku maka aku akan melupakanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s