Aku Membenci Rasa

Mengapa demikianlah yang harus aku tuai dari pohon cintaku,semenjak kepergianmu membawa rinduku,aku melupakanmu bahkan membencimu.Kamu begitu egois dengan rasamu,melupakan aku demi egomu.Kamu telah membuatku begitu penasaran tentang arti dari sebuah hubungan yang utuh.

Aku ingin memaksamu untuk menjadi milikku,aku sudah bosan dengan mimpiku yang terus memanjakanmu.Aku ingin semua menjadi nyata,kamu tidak demikian hebat dan cantik paras bagiku,namun kamu cantik hati bagi keluargaku.Sampai kapan kamu menyiksaku dengan berbagai penantian yang kian menggunung dengan rasa rindu ini.Ada yang selalu aku takuti,kamu hanya pandai membuatku jatuh cinta namun kamu picik dalam mengatasinya.

Aku benci dengan sikap seperti itu,aku hanya menatapmu lewat cerminan rasa yang telah sedikit retak.Mungkin saja,cintaku padamu hanyalah sebuah syarat dan napsu.Semua itu,telah terjawab dengan beribuh kesibukan dan kata penasaran yang membuatku gigit bibir.Ada emot yang terus memberi kepala ini,berpikir keras akan jawaban rasa atau benci.Apakah aku harus berhenti berjuang ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s