Dia Menantangku

Seperginya aku dari aktivitas formalku sebagai seorang mahasiswa,menepih dari pekatnya hawa di seantero sempit itu.Aku masih sempat meneguk aroma pahit itu,sepertinya rasa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.Mungkin saja aku baru saja menyepelehkan aroma pahitnya kopi di arah barat tempat ini.Lalu mengapa ada kesan yang tidak mengena hatiku,mereka mencibir dengan senyuman siluman bertopeng.

Kisah itu,masih kembali aku disuguhi oleh rekan sejagatku.Mereka mengata dalam wajah resah,sedih dan jengkel.Bingung jika semua itu,aku dapat menyimpulkan dengan raut wajah lelah dariku.Tentu kontradiksi,namun tidaklah menjadi penghambatku untuk menerima suguhan itu.Saat itu,aku benar-benar dibuat kaget dan sedikit kecewa,mereka membenciku.Apa yang telah membuat mereka bertindak demikian,aku hanya segedar menengok pada kemarinku,mungkin ada tapak yang masih bernanah lengket pada dinding sepih itu.Namun semua itu,masih menjadi rahasiaku.

Aku ingin katakan bahwa akulah yang menjadikan hidupku menjadi bermakna dengan skenario waktu.Dan hanya akulah penyaris dari kopi pahit dan senduh itu.Maka jangan resah dan marah serta benci padaku,karena kamu akan terus berjamur dalam dendammu.Aku tidak pernah bermimpi untuk meladeni,entah itu hanya menyemprot parfum penghilang busuknya jamur itu.Jadilah dirimu dan diriku karena kamulah kamu yang tidak pernah dibagi oleh aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s