Berikan Aku Tumpangan

Aku masih saja menunggu pada dahan yang rapuh,menengok kiri dan kanan seumpama orang yang sedang gelisah dan kebingungan.Sedang apakah Kamu di atas sana,sudah lelah dan bosankah Kamu mendengarkan suara keluhku yang tak berujung ini.Aku sedang lunglai ikut dimakan rayap dari pohon rapuh itu.Aku tidak mau ikut berpindah layaknya pengungsi,sadarlah saat ini tentang kepura-puraan aku saat ini mengikutiMu.Sesungguhnya aku masih sadar tentang rasa yang begitu mendalam dari dalam hatiku,namun tidak cukup hanya sekedar rasa yang serata dan tipis lapisan pertama hati itu.Aku butuh rahmat dan bimbinganMu serta jiwa semangatMu agar aku bisa melangkah dan mewujudkan itu.

Jika Kamu masih memilihku,aku sadar bahwa rasa yang bergejolak tak menentu ini adalah dariMu.Apakah tidak mudah untuk melakukan semua yang sekarang aku rasakan ? Bukannya yang merasa sulit adalah aku bukan Kamu ? Butuh waktukah semua ini,aku tidak sabar dengan setiap penantian ini.

Kamu harus lebih mengetahui ini dariku,bukannya Kamu telah mengetahuiku sebelum ibuku mengandungku.Lalu mengapa aku tidak merasakan uluran tangan nyataMu untuk menyentuhku dan mengatakan bahwa Kamu memilihku dan selalu bersamaku.Sampai kapan aku terus seperti ini,seolah aku tak bertuan dan tak punya tumpangan walau dari gubuk reotpun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s