Sendiri Itu Bahagia

Sebenarnya saya meresa dikekang oleh kebersamaan yang bertubi.Aku baru sadar tentang bahagianya ketika sendiri meratapi diri.Ditemani keempat sisi bangunan itu,aku merasa bahagia.Aku butuh kesendirian untuk melihat diriku.Ketika mereka ada,waktuku untuk diri terasa disita dan tergurus habis dalam candaan.

Untuk saat ini,kami adalah waktuku untuk berkata pada diri tentang arti dari diriku yang sesungguhnya.Masih berartikah hidupku saat ini.Aku mencari tahu tentang kedalaman hati yang tersembunyi oleh sekat pasi keteledoran.Aku mengerti tentang aku yang diluar,bertopengkah,belum utuhkah diriku ini saat ini,aku masih dalam pencarian.

Mereka yang diluar diri,melihat betapa letihnya aku menapaki dengan keluh.Ya,demikian rasa itu aku alami.Mereka yang dapat melihat,karena mereka adalah onggokan tanah yang bernyawa dengan hati yang masih peka.Aku masih dalam golongan itu,bukan ? Teruslah bertanya,karena ini adalah harimu yang penuh makna dan indah.

Kamu melewatinya dengan tidur,itu akan sia-sia.Bangunlah dari tidurmu kalah kamu bercengkerama dengan dunia riuhmu.Kamu masih ditanganku,makanya teguhlah kamu untuk berkelana dalam mimpi anehmu itu.Kamu masih aku butuhkan dalam duniaku.Dengatkan aku,aku ada dalam tapakmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s