Tanahku Mengenang Tetas

Lembata pulauku yang mungil dan indah penuh dengan beribuh seantero yang memanjakan mata.Akankah engkau terus bergelora di usia dewasa awalmu ini.Telah dilalui usia remaja nan menggebuh dengan bermaniskan madu,seyogyanya engkau terus memberikan aroma sedap di kalah itu.Engkau mengajakku untuk mengikuti perjamuan perdanamu,aku masih merah merona namun kamu menyapaku.Aku menginginkan kasih yang dulu terus aku rasakan.

Doa restumu terus aku imingi dalam sanubari gersangku.Aku menangis tertegun dengan rentetan suara senduh.Aku melihatmu telanjang dada.Elok rupamu telah musnah,engkau tidak lagi semulus dan seelok.Aku terus menyapamu dalam setiap kata dan bait doaku.Aku memohon kepekaanmu padaku,agar aku bisa memberikan warna senyummu kembali seperti saat itu.

Selamat menetas retas dalam setiap darah dan keringat.Dalam setiap kebisingan dan keharuan.Engkau tidak pernah murkah dengan sikapku,walau beribuh goresan nanar telah aku terohkan buatmu.Engkau bermunculan dengan kasih dan tentunya memberikan kenyamanan pada cecetmu dengan susu dan madu.Sekali lagi kuucapkan selamat buatmu tanahku yang indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s