Sembuhkah Hati Dari Maaf

Aku terlalu lama menilaimu karena ketulusanmu hanya sebagai biasan kegalauan yang kamu alami di masa lalumu.Namun saat itu,aku benar-benar terbuai oleh manisnya senyum yang membuatku lupa akan artinya ketulusan.Mungkin itu adalah kekuranganku untuk memaknai arti dari cinta yang sesungguhnya.Sebenarnya aku lebih jahat dari palsunya cinta dari hatimu padaku.Aku tidak bisa dengan jelih melihatmu dengan hati namun dengan napsu.Maafkan semua rasa yang telah aku berikan kepadamu.Apakah tulus dari rasa cinta,atau saja karena rabunnya mata yang tidak dengan saksama menengok kedalam jiwa akan kata sayang.

Namun bolehkah aku mengungkapkan maafku itu padamu ? Mungkin saja kamu tidak menerima maaf basiku yang telah berjamur bangkai.Kamu telah menemukan arti dari ketulusan cinta dari pihak lain yang telah bersama hadir zona saat yang sama.Namun aku sedikit merasa terganggu jika kedewasaanmu diukur dengan ekspresi topengmu,tidak dengan keberanian untuk berterus terang.Bukanlah lebih baik kamu harus berterus terang sebelum dunia mendengarnya.Aku mendengarnya itu pada barisan gerigi bumi yang menjadikan aku termuak oleh rasa.Apakah aku harus mengutuk rasa saat itu,namun telah terlambat.Namun tidak apalah jika maaf itu menjadikanku harus berbohong dengan kebencian.Benci denganmu adalah hal bodoh yang tersalurkan,karena tidak akan mengubah rasa dan pikiran yang sempat merah berbisa.Namun setidaknya dunia tidak pernah berdusta,dan tak lama menyimpan dendam dan rahasia.Dia begitu jujur ketika jenuhpun telah terasuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s