Pagi Yang Bicara

Kalah itu,aku mengetuk dinding hati yang barangkali tersisa getaran balas dendam.Apakah kejahatan itu,selalu diumpamakan demikian halnya dalam kitab,gigi ganti gigi ? Dia membiarkan pintu itu terbuka laksana insan penikmat sejuknya pagi.Bukannya kita harus jujur pada pagi yang belum ternoda.Sebenarnya aku ingin membagikannya agar bebanku berkurang.Pagi akan menyampaikannya pada siangnya dan senjanya.Mungkin akan menambah pekatnya malam agar indah saat rembulan malam berkaca pada pekat penambah gelap itu.Demikianlah indah jika kita renungkan dalam deretan kata dan penah.Pernah terbayang betapa murninya kecerahan malam itu dari terang yang berbinar karena ada hitam yang tersusun.Kita semesti menyadari akan keindahan yang berdasarkan luka oleh penambah pagi.

Aku mau mengatakan maaf kepada pagi yang selalu aku nodai.Aku mungkin saja terlahir menjadi perusak indah pagimu yang nan sejuk dihirup.Apakah aku salah hadir disekat ini,sehingga aku dahulu menyapa sebelum mentari menjilat rakus embun.Ya sudahlah itu cara yang mungkin akan indah jika kita bisa tahu menyalurkan amarah.Agar kita tidak terjebak oleh nista yang mebujur luka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s