Aku adalah Aku

Mungkin inilah kata yang tepat untuk merangkai diri oleh pembelahan dari ketamakan diri.Kita terhanyut oleh ruang kita yang barangkali sedap dicumbuh.Kita menjadi kurang peka akan diri yang menjadi sorotan dunia.Minimkah aku yang saat ini belum sempat terpahat dalam rotasi pembentukan.Aku telah ada disaat dunia merestui kedua insan dan menyatuhkan lendir cinta yang berujung tangis bahagia.Aku menangis rintih oleh mata yang buram muda dan kaki merah jambuh dicumbuh dingin yang mencekam.Aku dimakan rayap pengupas selaput agar gantiku menjadi utuh,bukanlah demikian.

Aku telah menjadi polos oleh dunia,yang menjadikan aku tumbuh.Aku mengenal setiap peristiwa,namun aku belum seutuhnya tahu menahu tentang diri.Mengapa aku tidak menanya pada sepihnya aku dikalah hati akan jujur mengungkap keberadaanku.Aku hanya bisa menjadi aku tanpa harus menjadi kalian.Sebenarnya dalam ilmu,aku adalah akunya lain dari kamu,karena aku dibentuk juga oleh kalian.Namun sebenarnya aku harus menjadi aku,tanpa mengurangi rasa dari kegilaan mata yang ingin meniru.Maka dahulukan diri,tanpa mengurangi rasa sempurnamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s