Izinkan Aku Menghitung Biji Kontas Kita

Aku mengulas kembali cerita lama kita yang telah terkapar lemas dalam benakku,aku tidak dapat membangunkan setiap goresan kata itu.Hanya kamu yang dapat menjadikan itu semua.Bukannya kamu adalah seorang tuan yang maha ampun dan maha kasih.Sebenarnya aku ingin berteriak lemas oleh ketamakan dan kedosaanku.Aku tidak pantas memaksamu dan seolah menggombalmu untuk membantuku.Aku katakan itu,karena semua karena keberanian dan kedekatanku padamu semenjak kamu menyapaku lewat setiap peristiwa hidupku.Kamu memanggilku untuk turut merasakan setiap detakan jantung yang berdebar kencang,merasakan suara panggilanmu.Seperti yang telah diceritakan dalam kitab tebal itu,namanya kitab suci Alkitab Deutorokanonika.

Sebenarnya butiran dari biji kontas itu ada dimana dan apakah dalam keadaan utuh ? Kenangan kita yang pernah kita belikan bersama dalam ikatan suci,aku menjadi anakmu dalam setiap tetesan air yang dituangkan oleh wakilmu.Aku telah lama mencari kontas itu,keberdaannya yang tidak pernah terbayankan.Apakah kamu yang menyimpannya,karena memang kelalaianku yang tidak menyimpannya dalam peti kayu itu.Pernah aku lakukan hal itu,namun aku menjadi takut jika rayap dari peti kayu itu turut melahap habis.Maka dari itu,aku meletakannya itu diatas meja belajarku.

Namun kemudian hilang karena adik kecilku mengambilnya dan menghitungnya dengan suara polosnya dalam selah-selah keceriaannya.Adik kecilku bermainnya bersama permainan lainnya.Aku lupa dengan hal itu,mungkin saja telah dihilangkan oleh adikku itu.Atau mungkin saja,kamu telah bersama adikku untuk menghitungnya dan kemudian menyimpannya dengan begitu rapat.Apakah kamu lebih mencintai kepolosan adikku yang lucu nan imut ? Aku yakin,kamu telah kecewa denganku oleh keegoisanku untuk tidak mempedulikan barang suci milikmu itu.Aku telah menganggapmu menjadi sahabatku,maka aku tidak memberikan namamu dengan huruf kapital.Maafkan aku sahabat lamaku,aku tidak lagi menghargaimu lagi.Aku lupa akan kesepakatan kita,namun aku memintamu agar menjadikan aku sebagai teman bermainmu untuk menghitung biji kontas itu kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s