Mengapa Aku Blokir

Bukannya aku telah lama mengatakan tentang kedewasaan pada diri sendiri,lalu mengapa hari ini telah membungkam jilat ludah sendiri.Mereka berbagi tentang kasih,namun aku telah merasa baper dengan semua yang terjadi.Cepat mengambil keputusan,dan kemudian marah besar dengan tindakan yang dilakukan oleh orang itu.Dia yang awalnya aku kurang percaya namun karena bermedalikan sebuah jabatan aku angkat bicara untuk menghargai.

Sekarang demikianlah yang membuatku tidak menahan amarah ini.Ingin aku maki dan mengatakan sejujurnya tentang hati yang dibuat remuk.Dan ingin pula aku katakan bahwa,dirimu tidak sempurna seperti diriku.Kamu bukan siapanya aku,namun mengapa kamu begitu ceroboh dan blagu untuk mengatakan hal yang menurutku itu adalah luka lama.Apakah aku sekarang masih seperti yang dulu,bukannya semakin berubah saat langkah kian banyak terpijak.Paradigma tentang hidupku masih melekat segarkah dipikiran mereka hingga tidak pudar.Kecewa rasanya jika semuanya terus terbaca.

Apakah aku harus mengatakan kepada dia tentang rasa sakit ini.Makikah dan marahlah aku pada dia,sehingga dia tahu bahwa aku benar-benar marah.Aku sebenarnya tidak mempedulikan tentang apa kata mereka,lalu mengapa aku terus menampung dia di berandaku sehingga mataku terus memahat kembali luka yang barangkali telah sembuh.Marah,yang kadang membuat semua hari langkahku terganggu dan sulit untuk diprediksi.Lalu mengapa semua ini,terus menjadi polemik besar di hati dan pikiran ini.Bersabarkah jalan terbaik,namun kemudian mereka lagi yang memojoki diri ini.Lalu apa yang perluh dilakukan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s