Sekilas Kisah Nonseat

Keteledoran yang berbuah pada syukurnya hidup akan kerasnya jalan tapak.

Telah terlewat oleh nasib yang merangkak pelan mencari kemerdekaan.

Penuh liku,ada yang terlewat namun masih saja mata yang berkasih prihatin pada keegoisan diri.

Emperan kapal itu,menjadi bantal dalam dinginnya malam itu aku bermanja diri.

Susah namun tak terasa karena terus ada yang diajak bergurau dengan cerita yang telah dirajut dan saat ini terangkai.

Unik dan benar terasa akan makna dari kehidupan yang sesungguhnya,ada yang mati dan lahir.

Berganti dan bergulir dari masa waktu diberi ruang bertamasya,merajut mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s