Mataku Melihat Mereka

Salup mata ini ingin terhanyut dalam kehampaan dimana tulang punggung ini telah berpaling memberi luka pada ranting dan dahan.

Entah apa yang menjadi asupan bergairah pada wanita lantang itu yang dengan bahagia memberi diri disetubuhi.

Kamu begitu murah oleh pria hidung belang sialan itu yang barangkali tetangga pandang denganku.

Sialan yang terus saja haus akan napsu dan birahi,tidak pernah puas dengan yang dimiliki.

Lalu mengapa kamu memperistrihkan dia,biarkan saja kamu menjadi lajang agar terus bergulat dikalah kantongmu terisi.

Kamu tidak pernah malu dengan semua yang terjadi,memberi beban pada ranting dan dahanmu.

Terus saja kamu berlagak manis,namun kebusuhkanmu telah tercium sang penghirup bangkai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s