Literasi Yang Pembangkang

Cerita kami di siang pada panorama laut biru nan luas terhipnotis manja.

Aku dan mereka terbuai dalam cerita yang usang bergores penah kami mahasiswa.

Terus beraduh dingin membanggakan kemahiran yang barangkali minim,mengukir semuanya itu dengan canda sinis tak berselerah.

Aku menjadi tertekan oleh ide yang begitu menyejuhkan gigil dimakan embun yang tak lama berbekas pada tenggeran subuh tadi.

Kita berkisah tentang siapa dan dimana,tentang beribuh pengalaman yang menurut kita mengesankan.

Kita terus berpacuh lajuh pada minimnya referensi,demi membodohkan nalar dunguh kurang bercumbuh buku.

Namun apalah daya,kami mahasiswa berceramah tenar,karena ada masyarakat namun bohongpun tidak segunung tai mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s