Dongeng Tidur

Setiap menjejahkan kaki berangsur maju menindis tubuh pada rebahan guling

sempat terdengar ada isak membara karena dihujat

memang nyata dibilang,namun mengapa aku sempat tidak berkedip

terus memikirkan tentang kalimat bermakna refleksi itu

tentang kebanggaan bahwa aku telah berangkat dahulu dari mereka

tetapi apakah aku mempunyai bekal yang sama banyak atau lebih banyak atau kurang dari

itu sekedar pertanyaan yang barangkali disimpan dan kemudian dilihat kembali saat pembekalan

aku berbagi dari kekurangan atau dari kelebihan

aku terus terperangah dengan keluhan hati

apa yang mau aku bagikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s