Hujan Senja

Guyuran menindisi atap mengeroyok setiap yang menjadi peneduh dan pejalan kaki itu

terpaksa harus beriring melalui alur yang sedang terjadi

sejuk hati yang sedari panas membakar

aku terjaga pada lamunan hampa tentang kamu yang telah menjadi teman ngobrol pada waktu silam

dimana hujan menjadi sahabat setianya kita

rambut terurai basah kuyup,tangan telungkup menggendong lemas pada dada

kita melaluinya dengan tertati lunglai dari derasnya hujan itu

kita menjadi begitu dekat dengan kondisi yang membeku itu

pernah aku bermimpi untuk terulang lagi kisah ini dengan derasnya hujan

kita menjadi begitu dekat dalam diam yang mengisahratkan kita tentang arti perjuangan cinta yang akan terlewati

apakah kamu juga sedang pada lamunanmu tentang kisah kita dulu

atau kamu sedang bersama yang baru mengulang kisah kita

kagumnya aku pada hujan senja ini sehingga aku terus mengulas kisah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s