Cerita Kita

Dengan kertas apa yang harus aku gunakan dalam merangkai kata menjadi kalimat tentang sebuah memori kusam yang tertuang.Kita telah berpisah dan mencari hidup sendiri dengan berbagai cara dan sarana yang berbeda.Lalu apakah kita tidak lagi sama dan menjadi berbeda karena kita beda tempat.

Kita dikatakan sebagai yang sukses dan lainnya tidak,karena kita beda sarana dan cara.Ada yang bertanya,jika ada mekanisme untuk menjadi sukses,tunjukan itu pada kami agar kita berasama melalui.Dengan demikian kita terlihat kompak kembali.

Aku tidak memaksa dan menginginkan agar kita terus bersama.Bukan berarti aku egois dan mau menang dan sukses sendiri.Karena kita berbeda tempat dan cara untuk menjadi sukses adalah cara kita memperindah dan memperbanyak cerita kita.Tidak terlihat indah dan menarik jika kita tetap pada poros yang sama.

Bukannya demikian aku katakan bahwa berbeda akan membuat kita tetap saling mengenang.Kita tidak akan perna lupa dan bosan jika ingin kembali bernostalgia.Ada cerita yang kadang kita sadari bahwa itu indah dan ini tidak indah.

Rasanya itu dan ini adalah cerita kita yang berwarna dan indah.Kapan kita mengetahui itu dan ini,sebenarnya di saat kita tidak lagi bersama.Seandainya kita terus bersama,akankah ada yang mau menorehkan pena untuk merangkai sebuah kenangan tentang kocaknya serta kampretnya carita kita.Tentu tidak,karena kita tidak pernah tahu bahwa kita sudah masuk pada fase dan episode berapa.

Demikianlah aku narasikan bahwa,kita pernah terluka dan dilukai,kita pernah tertawa dan ditertawai,kita pernah terdiam dan berteriak bersama.Itulah adalah kita yang kadang tidak dapat diketahui alasan yang pasti tentang sebab dan musebabnya.Kelihat aneh tapi nyata,itulah yang kita perna jalani.

Dimana kalian semua berada,perna terpikir di benak bahwa kita harus bertemu suatu ketika.Dalam moment dan kondisi yang seperti apa dan dimana.Moment yang terencana atau tidak,dalam moment sedih,haru dan bahagia.

Aku tidak perna memastikan itu semua,hanya berharap bahwa kita bertemu di moment yang mengharukan.Kita perna berdiskusi tentang suatu ketika kita akan bercerita tentang gilanya kebersaman kita.Adakah yang bertanya tentang masih utuhkah jumalah kita saat itu.Tidak perna dipastikan.

Cerita memang memberikan kita ruang untuk bersama berpikir dan berencana.Namun itu semua tidak akan pasti bila cerita itu hanya tinggal cerita penenang rinduh atau cerita tidur malam.Lalu apa mau kita untuk berkiprah bersama bahwa kitap perna memberi bekas tapak tangan kita pada dinding itu. Itu cerita kita pada senja dan waktu itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s