Bibir Pantai

Aku memandang dari sana menjurus jauh melewati dan menerobos entah sudah berapa tebal aku lalui

sepenggal harapan dan impian dari benak yang sedari tadi berputar

putaran itu sudah mencapai porosnya dan tetap saja termangu

ada suara deburan yang terdengar

aku juga belum memastikan itu,ada juga sahutan dari ujung sana terdengar

semilir pantai yang beralun meniup berbagai jenis dedaunan rupanya sangat serasi dan menawan

hati ini terus ikut terpengaruh oleh suasana itu

kata seseorang pada suatu ketika di atas sebuah batu besar persis di sebelah sana arah matahari itu pergi dan menutup diri

apakah dia malu dengan keadaan aku yang belum mencapai klimaks bahwa semuanya akan baik-baik saja

pengen merasakan alur hidup ini seperti ombak yang datang sebentar kemudian kembali lagi

itulah kata-kata yang terus berucap kencang menjadi lembut di bibirnya

dia sedang dalam keadaan tidak stabil

dia adalah tipe orang yang tidak mau susah

kurang kuat dalam menghadapi setiap cobaan hidup

barangkali tidak demikian,sadarilah bahwa ombak itu tidak selamanya indah

ombak dapat memecahkan karang yang menurut semua orang adalah keras

ombak yang datang sebentar dengan jumlah itu namun kembali tidak dengan jumlah demikian

ada sebagian yang meresap dalam pori-pori pasir

maka janganlah menganggap dan mengartikan bahwa hidup seperti deburan ombak adalah indah

tidak yang kamu bayangkan,jadi jangan inginkan hidup seperti itu,karena itu adalah yang paling sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s