Musim Gugur

Senja itu aku terpaku pada dinding tua bersejarah dari keluarga

Gubuk itu yang diceritakan oleh bapaku bahwa itu peninggalan oyang

yang menjadikan bangunan bersejarah

Bisa dibilang 100 tahun sudah usianya

Lapuk sudah namun tidak dibongkar

entah apa yang melatari itu sehingga memperbaikipun tidak bisa

namun entalah

aku menengok ke kiri dan kanan juga ke depan memperhatikan dedaunan yang berjatuhan

satu demi satu beriringan bersamaan dengan sahutan suara dari adikku yang menangis dari belakang rumah

waktu itu benar indah saat semuanya terlihat jelas tampa ada halangan

polos bisa aku katakan karena dari pandangan mata tidak terhalang oleh apapun

Indah ya

namun apakah hanya itu yang mau akupuja dengan gersangnya bumi

Tidaklah demikian

senja menginspirasikan aku tentang sebuah makna bahwa aku harus kuat walaupun tidak terlihat sempuran dari mata memandang

Bukannya harus tetap tegar dengan yang dimiliki tampa harus pesimis

lalu mengapa orang berkata tidak sempurna dan mencari sempurna dengan merebut miliknya orang

itukah wujud dari penghidupan yang tergaris oleh pendahulumu

tidak demikianlah kita tetap optimis dengan situasi apapun karena itu merupakan ekspresi dari cerminan hidup

maka dari itu bercerminlah pada lingkungan karena titipan penyempurna hidup dari sang pemilik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s