Pancasila vs Individu

Berangkat dari sebuah problema sekarang yang mau mengedepankan pancasila yang pada awalnya bertujuan untuk pengikat sebuah bangsa dan negara.Pancasila yang kala itu diyakini sebagai tonggak dan rantai untuk mengikat dan merangkul semua perbedaan dari pluralisme.Pendahulu bangsa sudah memikirkan secara matang dari pancasila itu.

Saya mau menerjemahkan bahwa pancasil yang berasaskan kebersamaan dan gotong-royong tidak perna terlepas dari sejarah.Sejarah yang mau saya kutip di sini adalah sikap menang sendiri atau paham hidup sendiri yang mengikat kuat dan mendarah daging.Sikap demikianlah yang menggerakkan hati seorang putra sang fajar untuk berkarya.Beliau melihat bahwa sikap Individualisme ini perlu dihapuskan dari bumi pertiwi Nusantara ini.

Namun apakah kita sekarang mengklaim bahwa Pancasila itu yang paling terbaik ? Saya mau katakan bahwa sejauh ini baik bagi kita.Mengapa,karena pancasila dapat menjadi alat yang sangat sentral dimana dapat merangkul semua kita.Perangkulan yang termuat dalam kelima asas tersebuat mempunyai arti dan makna yang sangat penting.

Pernahkah kita mendengar bahwa,Pancasila itu sudah memudar atau pancasila tidak lagi dipraktekan pada zaman ini.Persepsi yang demikian hanya menjadi sebuah omong-kosong.Mengapa saya katakan demikian,karena penglihatan mereka hanya kepada kepentingan dan napsu yang besar akan sebuah pencapaian besar.Untuk mengaplikasikan kelima asas tersebut seutuhnya adalah hal yang saya pikir tidak akan tercapai.

Kita kembali kepada HAM,yang adalah hak yang melekat sejak manusia itu ada dan bahkan terbentuk dalam rahim seorang ibu.Ini yang mau dikatakan bahwa sikap individualisme itu sudah ditekankan disini.Maka tidak lain,seseorang itu tidak lagi mengamalkan pancasila yang bergotong-royong.Apakah sikap ini salah ? Seorang pribadi mempunyai kebebasan untuk berekspresi,maka tidak bisa kita paksakan untuk perlu mengamalkan pancasil pada zaman milenial ini.

Hemat saya,tujuan dari semua asas dari kelimanya adalah untuk menciptakan keharmonisan.Oleh karena itu,paham induvidualisme menjadi pegangan dalam diri pribadi Indonesia untuk terhindar dari ketidakadilan dan ketimpangan.Karena,jika setiap kita fokus pada dirinya,dalam hal ini memenuhi hak dan kewajibannya tampa merepotkan urusan pihak lain maka semua hal yang menjadi ketimpangan dan ketidakadilan tidak akan pernah terjadi.

Maka dari itu,melihatlah sejarah bangsa dengan mengedepankan paham individu yang merdeka.Sehingga semua hal dapat terjalankan dengan baik.Karena untuk menyeragamkan itu,perluh pemantapan sikap dari setiap pribadi.Seumpama,sebuah negara dikatakan maju dan bercahaya maka terlebih dahulu menyalahkan lampu-lampu desa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s