Bombon

Asingkah kata ini bagi kamu dan aku

bukan,kataku sembari berjalan menuju kios kecil tetanggaku

enak rasanya saat itu kumencicipi

pantas adik kecilku selalu rajin untuk merajuk demi mendapat sepeser dari orangtuaku

mungkin sudah menjadi budaya yang awalnya dimulai dengan percobaan

tahu banyakkah kamu kata dan model dari  bombon itu

lalu aku memulai kisah tentang bombon yang aku tahu

seumpama mereka yang dijadikan bombon malam si hidung belang

rasanya demikian sama bukan dan aktivitas mereka sama dengan adik kecilku bukan

maka,dengan mengetahui itu

kamu dan saya masih mengartikan jenis bombon itu

bombon yang enak dan sedap

dapatkah kita bersatu untuk mencoba mengurangi bombon-bombon itu

apakah kamu dan saya mempunyai opini tentang solusi dan wacana publik

sanggupkah kita memperbaiki ini

tidakkah itu dinamakan melanggar HAM seseorang

lalu bagaimana…?

siapakan waktu untuk membaca agar tidak sesatlah pikir kita agar bombon bisa berkurang dengan mengetahui jalan baru dan halal mencari sepeser

puisi,06 06 2019

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s